nyanyian aceh ku … !!!
16 05 2008Allah hai do do da idang , selayang blang ka putoh taloe, berejang rayeuk muda seudang tajak bantu prang tabeela nanggroe .wahe anek bek taduek le,bedoh saree tabeela bangsa bek ta takot ke darah ilee, adak pih matee poma ka rela….
Dodaidang mungkin merupakan intro yang baik jika kuita ingin memulai percaapan tentang aceh, bumi yang selalu bergerak dikendalikan oleh penghuninya walaupun ter\adang ia sendiri tidak suka terhadap gerakannya . Aceh , suatu daaerah yang biasa topografinya , sederhan penampakannya, tetapi ia mempunyai wibawa, wibawa akan sejarahnya, wibawaakanbudayanya, wibawa kan agamanya yang semua itu mencerminkan sebuah kekuatan dibalik “kelemahannya”saat ini seperti tergambar dalam syair syair sastra budatya nya yan penuh dengan semangat akan perjuangan ,kebangkitanb,semangat, ketakwaan manusia manusia yang beranak pinak di atasnya.
Aceh mungkin tidak berarti bagiorang orang yang tidak mengenal akan dirinya, tetapi bagi penghunia, aceh adalah segalanya, dimana para endatu-endatu merelakan jiwa raga mereka di jalan allah untuk menjaga marwah negerinya dari musuh-musuh hina, musuh musuh yang hanya melihat aceh hanya sebagaisumber kerakusan. Bukan sumber kemuliaan seperti yang tercermin dari para ulama -ulama dan syuhada-syuhada nya.
Aceh, suatu negeri tak bertuan yang dari waktu diliputiiringan dru erang yang riuh dan tak kenal henti , perang yanbtak kenal kemanusiaan , perang yang tak kenal teman, perang yang tak kenalsiang ataupun malam, maupun suara azan, puluhan ribu nyawa anak adam telah tumpah di rengkuha n buminya , jiwa yang melayang tak tentu arah , aakah arah ke illahi rabbi, ataukah ke jahannam yang menanti, munkin bumi ini menagis, haru jika ia bias, megungkapkannya , mengungkapkan perasaan jiwanya akan kebodohan dan ketikpedulian para penghuninya, ia tak pernah meminta banyak dari penghuninya , ia hanya n meminta penghininya untuk bisa sedikit saja menjaganya , menjaga alamnya, menjaga kehidupannya, menjaga negerinyqa dari manusia-manusia yang rakus, manusia-manusia iblis dan manusia manusia bodoh yang selalu menyakiti dirinya sendiri , mungkin acehku saat ini sedang menangis haru meratapi ketidak sadaran penghuninya , ketidak sadaran okan besarnya keagungan tuhan.
Aceeh, acehku saying acehku malang , aceh ku saying yang selalu berbahagia dengan rapa’inya ,saman, seudati, ulama dan syudada-syuhadanya, kebahagiaan yangtak akan pernah ia lupa , tetapi mungkn akan lenyap seketika, lenyap daam hembusan manusia-manusiarakus yang tak tahu diri tak tahu belas budi manusia yang menghamba pada du ni , kepada harta dan tahta, denhan melupakan aturan penciptanaaya walaupun ia tahu aia adalah mahlulk yang hina walaupun ia tahu akan kebenarannya , ia tahu akan kebenaran nya, tetapi aia selalu diam , bahkan menyuruh orang lain diam, mungkin ia berfikir bahwa kebenaran itu dapat ditukar dengan uang , uang yang beberapa saat akan menjadi kotoran yang menjiikkan , tetapi kenapa ia lupa , lupa akan hakikatnya sebagai manusia . lupa kan hakikatnya sebagai hamba,mahluk hina yamh selalu bergelimang dosa , akankah kebenaran itu akan selalu di tindas demi segumpal kotoran najis kehidupan ?.. duhai penghuniku ,kenapa engkau sia siakan hidupmu , apakah ada yang lebih membahagiakanmua selain ridho dari penciptamu. Duhai manusia yang bergimang dosa, dimana kesadaran yang engkau punya apakah hanya akan menjadi hiasan dinding gudang mu atau kah menjadi hiasan dinding kalbumu untuk takwa dan setia terhadap rabb mu…….. ini adalah pesan dari ku..”aceh-mu” ….
Allah hai do do da idang , selayang blang ka putoh taloe, berejang rayeuk muda seudang tajak bantu prang tabeela nanggroe .wahe anek bek taduek le,bedoh saree tabeela bangsa bek ta takot ke darah ilee, adak pih matee poma ka rela….































Komentar terakhir